ORBITAL
DAN PERANANNYA DALAM IKATAN KOVALEN
A. Sifat Gelombang
Gelombang merupakan gejala
rambat dari suatu getaran / usikan. Gelombang akan terus terjadi apabila sumber
getaran ini terus bergetar terus menerus. Gelombang membawa energy dari satu
tempat ketempat yang lain. Gelombang diam merupakan jenis gelombang yang
dihasilkan bila orang memetik senar , contohnya seperti senar gitar yang kedua
ujungnya mati. Pada saat memetik gitar , ketika gitar di petik kebawah maka
gelombang bunyi akan kebawah dan jika senar gitar dipetik keatas maka gelombang
bunyi akan keatas.
Dari situasi tersebut
diketahui bahwa gelombang diam ini bergerak
hanya dalam satu dimensi. Sedangkan pada gelombang dimensi dua itu dapat
dilihat pada pemukulan kepala drum , selain dimensi dua gelombang juga ada yang
berdimensi tiga contonya adalah sistem gelombang elektron. Tinggi gelombng diam
adalah amplitudonya yang dapat mengarah keatas (nilai positif) atau mengarah
kebawah (nilai negativ) terhadap kedudukan istirahat dari senar. Kedudukan pada
gelombang yang amplitudonya nol disebut simpul , dan sesuai dengan kedudukan
pada senar gitar yang tak bergerak bila senar bergetar
.
Dua gelombang diam dapat sefase atau keluar fase yang
satu terhadap yang lain. Bila amplitude positif dan negative dari dua gelombang
suling sesuai , kedua gelombang tersebut sefase. Bila tanda matematik dari
amplitude saling berlawanan, gelombang keluar fase.
Bila dua gelombang yang sefase
pada senar yang sama saling tumpang tindih ,mereka saling memperkuat. Perkuatan
dinyatakan oleh penambahan fungsi matematik yang sama tanda yang menggambarkan gelombang.
Sebaliknya , sepasang gelombang yang tumpang tindih yang keluar fase, saling
mengganggu atau berinterferensi. Proses interferensi dinyatakan oleh penambahan
dua fungsi mg batematik yanerlawanan tanda. Interferensi sempurna menghasilkan
penghapusan satu gelomban.oleh yang lain. Tumpang tindih sebagian dari dua
gelombang yang keluar fase menghasilkan simpul.
B. Orbital
ikatan dan anti ikatan
Bila
sepasang gelombang saling tumpang tindih , maka mereka dapat saling memperkuat
atau saling berinterferensi. Penambahan dari dua orbital atom 1s dari dua
atom H yang sefase menghasilkan orbital molekul ikatan o dengan rapat elektron
yang tinggi antara inti yang berikatan.Contohnya dalam molekul hidrogen (H2).
Orbital 1s dari satu atom hidrogen mendekati orbital 1s dari atom hidrogen
kedua, kemudian keduanya melakukan overlap orbital. Ikatan kovalen terbentuk
ketika dua orbital s mengalami overlap, disebut dengan ikatan sigma (σ). Ikatan sigma
berbentuk silindris simetris , elektron dalam ikatan ini terdistribusi secara
simetris/ berada di tengah antara dua atom yang berikatan.
Bila dua gelombang berlawanan
fase mereka slaing mengganggu. Interferensi dari dua orbital atom yang keluar
fase dari dua atom hydrogen meberikan orbital molekul dengan simpul antar inti.
Dalam orbital molekul ini kebolehjadian menemukan elektron antara inti sangat
rendah. Karena itu orbital molekul khas ini menimbulkan system dimana kedua
inti tak dilindungi oleh sepasang elektron dan intinya saling tolak menolak.
Karena tolakan inti , system ini energinya lebih tinggi daripada system dua tom
H yang mandiri. Orbital berenergi lebih tinggi ini adalah orbital “sigma
bintang “ atau o*(*artinya “anti-ikatan”).
Membandingkan orbital ikatan dengan orbital anti-ikatan
Orbital anti-ikatan selalu
ditunjukan dengan tanda bintang pada simbolnya. Perhatikan, ketika orbital
ikatan terbentuk, energinya menjadi lebih rendah daripada energi orbital atom
asalnya (sebelum berikatan). Energi dilepaskan ketika orbital ikatan terbentuk,
dan molekul hidrogen lebih stabil secara energetika daripada atom-atom asalnya.
Sedangkan, suatu orbital anti-ikatan adalah kurang stabil secara energetika
dibanding atom asalnya. Stabilnya orbital ikatan adalah karena adanya daya
tarik-menarik antara inti dan elektron. Dalam orbital anti-ikatan daya
tarik-menarik yang ada tidak ekuivalen – sebaliknya, anda akan mendapatkan
tolakan. Sehingga peluang menemukan elektron diantara dua inti sangat kecil –
bahkan ada bagian yang tidak mungkin ditemukan elektron diantara dua inti
tersebut. Sehingga tak ada yang menghalangi dua inti untuk saling menolak satu
sama lain.
1. Setiap orbital (molekul atau
atom ) dapat memegang maksimum dua elektron, yang harus mempunyai spin
berlawanan.
2. Jumlah oerbital molekul sama
dengan orbital atom yang digunakan dalam pembentukannya.
3. Dalam pengisian orbital molekul
dengan elektron, orbital berenergi terendah diisi dahulu. Bila dua orbital
terdegenerasi (dari energi yang sama), masing-masing mendapat satu elektron sebelum
salah satu orbital terisi penuh).
C. Orbital
hidrida Karbon
Sesuai
Dengan nomor golongannya (IVA),Atom karbon mempunyai 4 elektron valensi.Oleh
Karena itu, untuk mencapai konfigurasi oktet maka atom karbon mempunyai
kemampuan membentuk 4 ikatan kovalen yang relatif kuat. Ada empat orbital atom pada
tingkat energi kedua: satu orbital 2s dan tiga orbital 2p. Namun demikian,
karbon tidak menggunakan keempat orbital dalam keadaan murninya untuk ikatan.
Sebagai gantinya, karbon bercampur tau berhidrasi, yaitu empat orbital atom
tingkat kedua menurut sati dari tiga cara untuk ikatan:
1. Hidridisasi
sp3, digunakan bila karbon membentuk empat ikatan tunggal
Bentuk
molekul etana (CH3CH3) mengandung dua atom karbon sp3.
Kedua atom karbon membentuk Ikatan C–C dengan tumpang tindih antara orbital sp3 dan
orbital sp3dari masing-masing atom karbon. Enam ikatan C–H dibentuk
melalui tumpang tindih orbital sp3 sisa dan orbital 1s dari
atom H. Ikatan yang terbentuk antara karbon-karbon maupun karbon-hidrogen
adalah ikatan sigma yang terlokalisasi. Sehingga, akibat dari ikatan sigma yang
terlokalisasi tersebut akan membentuk struktur tetrahedral murni.
2. Hidridisasi
sp2, digunakan bila karbon membentuk ikatan rangkap
Dalam
etilena (CH2=CH2), dua karbon sp2 dapat digabung oleh ikatan
sigma yang terbentuk karena tumpang tindih satu orbital sp2 dari
masing-masing atom karbon. (ikatan sigma ini adalah salah satu ikatan dari
ikatan rangkap dua). Setiap atom karbon masih mempunyai orbital sp2 tersisa
utnuk ikatan dengan hidrogen. Ikatan antara karbon-karbon ada dua
macam. Pertama orbital sp2 dari masing-masing atom karbon
bertumpang tindih membentuk ikatan sigma C–C. Pada masing-masing atom
karbon masih tersisa satu orbital hibrida sp2 yang belum
digunakan berikatan dengan orientasi tegak lurus terhadap bidang H–C–H. Kedua
orbital hibrida sp2 ini, kemudian bertumpang tindih lagi
membentuk ikatan kedua. Ikatan ini dinamakan ikatan pi (π ). Jadi, ikatan
rangkap dalam etilen dibangun oleh ikatan sigma dan ikatan pi.
3. Hidridisasi
sp, digunakan bila karbon membentuk ikatan ganda tiga atau ikatan Rangkap
terkumulasi (dua ikatan rangkap terhadap suatu atom karbon tunggal)
Dalam
CH≡CH, kedua atom karbon dihubungkan oleh ikatan sigma sp-sp. Masing-masing
karbon juga terikat terhadap atom hidrogen oleh ikatan sigma sp-s. Kedua
orbital p dari satu karbon kemudian bertumpang tindih dengan kedua orbital p
dari karbon lain untuk membentuk dua ikatan pi satu ikatan pi ada diatas dan dibawah
ikatan sigma.ikatan pi lainya terletak dimuka dan dibelakang.
Konsep hibridisasi berhasil meramal struktur molekul senyawa kovalen bila atom pusat berikatan tunggal dengan substituent (atom) yang sama. Jika tidak demikian, akan terjadi penyimpangan yaitu bila :
a. Atom pusat mempunyai pasangan electron bebas seperti NH3
b. Terdapat ikatan rangkap antara ion pusat dengan atom lain seperti HCN
c. Atom-atom yang terikat pada atom pusat berbeda keelektronegatifannya seperti H2CClF
d. Atom-atom yang terikat pada atom pusat berbeda ukurannya seperti H3CCl dan H2CClF
permasalahan : jelaskan ciri-ciri gelombang dan hubungan gelombang dengan atom ? terimaksih
Sumber: (Fessenden RJ dan JS Fessenden. 2005. Kimia Organik jilid 1.
Jakarta :Erlangga).





Saya ingin bertanya, mengapa orbital anti ikatan memiliki energi yang lebih tinggi?
BalasHapussuatu orbital anti-ikatan adalah kurang stabil secara energetika dibanding atom asalnya. Stabilnya orbital ikatan adalah karena adanya daya tarik-menarik antara inti dan elektron. Dalam orbital anti-ikatan daya tarik-menarik yang ada tidak ekuivalen – sebaliknya, anda akan mendapatkan tolakan. Sehingga peluang menemukan elektron diantara dua inti sangat kecil – bahkan ada bagian yang tidak mungkin ditemukan elektron diantara dua inti tersebut
HapusSedikit tambahan Dari saya, yg mana Orbital molekul antiikatan memiliki energi yg lebih tinggi dan kestabilan yang lebih rendah dibandingkan orbital-orbital atom pembentuknya.
HapusDi dalam OM menunjukkan permukaan dengan kerapatan elektron tetap/konstan sehingga elektron memiliki kemungkinan untuk berada didalamnya. Sehingga sebuah elektron dalam sebuah OM seperti dalam gambar akan berada dalam dalam daerah ikatan. Sebuah elektron dalam orbital ikatan cenderung untuk bersama dalam inti positif, sehingga mengikatnya bersama secara elektrostatik dan meningkatkan kestabilan molekul. Meningkatnya kestabilan berhubungan dengan rendahnya energi, sehingga energi ikatan lebih rendah dibanding energi orbital atom awal. Sebuah elektron pada antiikatan sebagian besar waktunya diluar inti.
Elektron di antiikatan cenderung mengurangi kestabilan molekul dengan menarik inti menjauh. Sebuah elektron antiikatan memiliki energi lebih tinggi dibandingkan elektron pada orbital awal. Sehingga Elektron ikatan memiliki energi lebih rendah, sedangkan orbital antiikatan memiliki energi lebih tinggi dibandingkan orbital awal. Orbital ikatan dicirikan dengan menumpuknya kerapatan elektron diantara inti dan sepanjang ikatan yang menghubungkan inti.
Sedikit tambahan Dari saya, yg mana Orbital molekul antiikatan memiliki energi yg lebih tinggi dan kestabilan yang lebih rendah dibandingkan orbital-orbital atom pembentuknya.
HapusDi dalam OM menunjukkan permukaan dengan kerapatan elektron tetap/konstan sehingga elektron memiliki kemungkinan untuk berada didalamnya. Sehingga sebuah elektron dalam sebuah OM seperti dalam gambar akan berada dalam dalam daerah ikatan. Sebuah elektron dalam orbital ikatan cenderung untuk bersama dalam inti positif, sehingga mengikatnya bersama secara elektrostatik dan meningkatkan kestabilan molekul. Meningkatnya kestabilan berhubungan dengan rendahnya energi, sehingga energi ikatan lebih rendah dibanding energi orbital atom awal. Sebuah elektron pada antiikatan sebagian besar waktunya diluar inti.
Elektron di antiikatan cenderung mengurangi kestabilan molekul dengan menarik inti menjauh. Sebuah elektron antiikatan memiliki energi lebih tinggi dibandingkan elektron pada orbital awal. Sehingga Elektron ikatan memiliki energi lebih rendah, sedangkan orbital antiikatan memiliki energi lebih tinggi dibandingkan orbital awal. Orbital ikatan dicirikan dengan menumpuknya kerapatan elektron diantara inti dan sepanjang ikatan yang menghubungkan inti.
Saya mau bertanya jelaskan hibridisasi sp2
BalasHapusHidridisasi sp2, digunakan bila karbon membentuk ikatan rangkap
HapusDalam etilena (CH2=CH2), dua karbon sp2 dapat digabung oleh ikatan sigma yang terbentuk karena tumpang tindih satu orbital sp2 dari masing-masing atom karbon. (ikatan sigma ini adalah salah satu ikatan dari ikatan rangkap dua). Setiap atom karbon masih mempunyai orbital sp2 tersisa utnuk ikatan dengan hidrogen. Ikatan antara karbon-karbon ada dua macam. Pertama orbital sp2 dari masing-masing atom karbon bertumpang tindih membentuk ikatan sigma C–C. Pada masing-masing atom karbon masih tersisa satu orbital hibrida sp2 yang belum digunakan berikatan dengan orientasi tegak lurus terhadap bidang H–C–H. Kedua orbital hibrida sp2 ini, kemudian bertumpang tindih lagi membentuk ikatan kedua. Ikatan ini dinamakan ikatan pi (π ). Jadi, ikatan rangkap dalam etilen dibangun oleh ikatan sigma dan ikatan pi.
Baiklah saya akan mrncoba menjawab pertanyaan dari indah
HapusHibridisasi sp2
Ketika kita membentuk orbital hibridisasi sp3 untuk menjelaskan ikatan dalam metana, pertama kali yang dilakukan adalah mempromosikan satu elektron dari orbital 2s ke excited state menghasilkan empat elektron tak berpasangan. Hibridisasi sp2 terjadi jika satu elektron tereksitasi ke orbital p. Akibatnya, atom karbon yang terhibridisasi sp2 hanya dapat membentuk tiga ikatan sigma dan satu ikatan pi. Ikatan pi terjadi sebagai akibat dari tumpang tindih elektron pada orbital 2p-2p.
Gambar 1.3. Konfigurasi elektron atom karbon yang terhibridisasi sp2
Dua atom karbon sp2 dapat saling membentuk ikatan yang kuat, mereka membentuk ikatan sigma melalui overlap orbital sp2-sp2. Kombinasi ikatan sigma sp2-sp2dan ikatan pi 2p-2p menghasilkan bentuk ikatan rangkap karbon-karbon. Bentuk bangun ruang dari ikatan atom karbon yang terhibridisasi sp2 adalah trigonal planar.
Konsep hibridisasi berhasil meramal struktur molekul senyawa kovalen bila atom pusat berikatan tunggal dengan substituent (atom) yang sama. Kenapa pernyataan ini dinyatakan?
BalasHapusakan terjadi penyimpangan yaitu bila:
Hapusa. Atom pusat mempunyai pasangan electron bebas seperti NH3
b. Terdapat ikatan rangkap antara ion pusat dengan atom lain seperti HCN
c. Atom-atom yang terikat pada atom pusat berbeda keelektronegatifannya seperti H2CClF
d. Atom-atom yang terikat pada atom pusat berbeda ukurannya seperti H3CCl dan H2CClF
Louis de Broglie, seorang ahli fisika dari prancis mengemukakan hipotesis tentang gelombang partikel. Gagasan ini adalah timbal balik daripada gagasan partikel cahaya yang dikemukakan Max Planck. Louis de Broglie meneliti keberadaan gelombang melalui eksperimen difraksi berkas elektron. Dari hasil penelitiannya inilah diusulkan “materi mempunyai sifat gelombang di samping partikel”, yang dikenal dengan prinsip dualitas.
BalasHapusSifat partikel dan gelombang suatu materi tidak tampak sekaligus, sifat yang tampak jelas tergantung pada perbandingan panjang gelombang de Broglie dengan dimensinya serta dimensi sesuatu yang berinteraksi dengannya. Pertikel yang bergerak memiliki sifat gelombang. Fakta yang mendukung teori ini adalah petir dan kilat. Kilat akan lebih dulu terjadi daripada petir. Kilat menunjukan sifat gelombang berbentuk cahaya, sedangkan petir menunjukan sifat pertikel berbentuk suara.
Louis de Broglie, seorang ahli fisika dari prancis mengemukakan hipotesis tentang gelombang partikel. Gagasan ini adalah timbal balik daripada gagasan partikel cahaya yang dikemukakan Max Planck. Louis de Broglie meneliti keberadaan gelombang melalui eksperimen difraksi berkas elektron. Dari hasil penelitiannya inilah diusulkan “materi mempunyai sifat gelombang di samping partikel”, yang dikenal dengan prinsip dualitas.
BalasHapusSifat partikel dan gelombang suatu materi tidak tampak sekaligus, sifat yang tampak jelas tergantung pada perbandingan panjang gelombang de Broglie dengan dimensinya serta dimensi sesuatu yang berinteraksi dengannya. Pertikel yang bergerak memiliki sifat gelombang. Fakta yang mendukung teori ini adalah petir dan kilat. Kilat akan lebih dulu terjadi daripada petir. Kilat menunjukan sifat gelombang berbentuk cahaya, sedangkan petir menunjukan sifat pertikel berbentuk suara.