TUGAS TATAP MUKA PERTEMUAN KE-6 DAN KE-7
1. Jelaskan mengapa suatu
sikloheksana tersubtitusi-cis-1,3 lebih stabil dari pada struktur trans-padaan
nya?
JAWAB :
Sikloheksana ialah
suatu sikloalkana dengan rumus molekul C6H12. Sikloheksana digunakan sebagai pelarut non-polar untuk
industri kimia, dan juga sebagai bahan mentah untuk produksi industri asam
adipat dan kaprolaktam, yang keduanya merupakan “zat-antara” yang digunakan
dalam produksi nilon. Pada skala industri, sikloheksana diproduksi dengan
mereaksikan benzena dengan hidrogen. Produsen sikloheksana memperkirakan
sekitar 11,4% permintaan global untuk benzena. Disebabkan sifat-sifat kimia dan
konformasionalnya yang unik, sikloheksana juga digunakan di laboratorium
analisis dan sebagai standar. Sikloheksana memiliki. Sikloheksana memiliki bau
khas seperti-deterjen, mengingatkan produk pembersih (yang kadang-kadang
digunakan).
Sikloheksana murni
sendiri adalah hidrokarbon non reaktif, non-polar, hidrofobik. Sikloheksana ini
dapat bereaksi dengan asam yang sangat kuat seperti sistem superasam HF + SbF5,
yang akan menyebabkan protonasi paksa dan “pengkertakan hidrokarbon”. Namun,
sikloheksana diganti, mungkin reaktif di pada berbagai kondisi, banyak yang
menjadi penting untuk kimia organik. Sikloheksana sangat mudah terbakar.
Molekul sikloheksana
dapat bersifat cis ataupun trans, bila terdisubstitusi oleh dua
gugus molekul atau atom. Bentuk cis dan trans pada sikloheksana adalah isomer
geometris dan pada suhu kamar tak dapat saling-diubah satu menjadi lainnya, dan
masing-masing isomer dapat memiliki aneka ragam konformasi. Sebagai contoh
senyawa cis-1,2-dimetilsikloheksana dan trans-1,2-dimetilsikloheksana, seperti
yang terlihat pada gambar berikut:
Secara singkat dapat
disimpulkan bahwa :
a) Konformasi Cis 1,2- dimetilsikloheksana
adalah a, e = e, a (energi sama besar) dan trans 1,2-
dimetilsikloheksana adalah a, a < e, e (lebih stabil 1,87
kkal/mol). Jadi dalam kasus terdisubstitusi 1,2-sikloheksana,
konformasi trans lebih stabil dari cis, karena
padatrans kedua substituen pada posisi ekuatorial.
b) Tetapi pada kasus tersubstitusi
1,3–dimetilsikloheksana, maka konformasi cis lebih disukai (lebih
stabil) daripada posisi trans, karena pada posisi cis adalah
e,e, sedangkantrans adalah a,e.
Dua gugus yang
disubstitusikan pada suatu cincin sikloheksana dapat bersifat cis ataupun
trans. Cis 1,3 lebih stabil dari pada struktur trans 1,3 karena kedua
substituent dalam cis-1,3 dapat berposisi ekuatorial. Sedangkan trans-1,3 satu
gugus terpaksa berposisi aksial. Dalam hal ini kesetabilansuatu isomer
baik itu cisataupun trans tergantung pada posisi substituennya. Jika cis-1,3
lebih stabil dikarenakan posisi ekuatorial hal ini disebabkan bahwa pada posisi
ekuatorial efek tolakan steriknya lebih kecil dibandingkan posisi aksial
pada trans-1,3 sehingga cis-1,3lebih stabil. Jadi dapat disumpulkan bahwa
posisi ekuatorial memilik efek tolakan sterik yang kecil sehungga stabil dan
semakin kecil tolakan sterik antar atom maka akan semakin stabil. Begitupula
sebaliknya pada posisi aksial yang memiliki tolakan sterik yang besar sehingga
menyebabkan ketidakstabilan.
2. Tuliskan Proyeksi
fischer untuk semua konfigurasi yang mungkin dari 2,3,4
pentanatriol. Tunjukkan
pasangan-pasangan enantiomernya!
JAWAB :
Di akhir abad 19,
seorang ahli kimia Jerman Emil Fisher mengemukakan rumus proyeksi untyk
menunjukkan penataan ruang dari gugus-gugus di sekitar atom kiral. Rumus
proyeksi ini disebut proyeksi Fischer. Fischer mengembangkan rumus-rumus ini
untuk menyatakan molekul gula. Contohnya 2,3-dihidroksipropanal (biasa disebut
gliseraldehida) dan 2,3,4-trihidroksibutana (eritrosa). Gliseraldehida
mempunyai satu atom karbol kiral (karbon 2), sementara eritrosa mempunyai dua
karbon kiral (karbon 2 dan 3).
Yuk kita lihat pada
representasi berikut untuk kefua senyawa ini, suatu proyeksi Fischer
srmata-mata hanyalah cara singkat untuk menyatakan suatu rumus bola-dan-pasak
atau dimensional.






Apa yang di maksud dengan zat antara pada penjelasan anda di atas? Tolong jelaskan
BalasHapusmaksud dari zat perantara disini adalah zat yang mana bertugas untuk mempercepat reaksi dalam suatu campuran senyawa
HapusTerimakasih kaka, postingannya sangat bermanfaat membuat apa yang tidak diketahui menjadi diketahui.
BalasHapusMakasih bunga udah berkunjung.
HapusSore amini..
BalasHapusMengapa kesetabilan suatu isomer baik itu cisataupun trans tergantung pada posisi substituennya ?
Dua gugus yang disubstitusikan pada suatu cincin sikloheksana dapat bersifat cis ataupun trans. Cis 1,3 lebih stabil dari pada struktur trans 1,3 karena kedua substituent dalam cis-1,3 dapat berposisi ekuatorial. Sedangkan trans-1,3 satu gugus terpaksa berposisi aksial. Dalam hal ini kesetabilansuatu isomer baik itu cisataupun trans tergantung pada posisi substituennya. Jika cis-1,3 lebih stabil dikarenakan posisi ekuatorial hal ini disebabkan bahwa pada posisi ekuatorial efek tolakan steriknya lebih kecil dibandingkan posisi aksial pada trans-1,3 sehingga cis-1,3lebih stabil. Jadi dapat disumpulkan bahwa posisi ekuatorial memilik efek tolakan sterik yang kecil sehungga stabil dan semakin kecil tolakan sterik antar atom maka akan semakin stabil. Begitupula sebaliknya pada posisi aksial yang memiliki tolakan sterik yang besar sehingga menyebabkan ketidakstabilan.
Hapusmengapa Dua gugus yang disubstitusikan pada suatu cincin sikloheksana dapat bersifat cis ataupun trans?
BalasHapusPada sikloheksana juga dijumpai isomer-isomer cis-tans, yang bila digambarkan dengan konformasi kursi, yang masing-masing substituen dapat berposisi aksial atau ekuatorial. Sifat-sifat fisika dan kimia sikloalkana hampir sama dengan alkana, yaitu nonpolar, titik didih dan titik leburnya sebanding dengan berat molekulnya, dan inert (lambat bereaksi dengan senyawa lain).
HapusSikloheksana ini dapat bereaksi dengan asam yang sangat kuat seperti sistem superasam HF + SbF5, yang akan menyebabkan protonasi paksa dan “pengkertakan hidrokarbon”.dari pernyataan anda, apa pengertian dan contoh protonasi paksa dan pengkertakan hidrokarbon? Tolong jelaskan.
BalasHapusSikloheksana murni sendiri adalah hidrokarbon non reaktif, non-polar, hidrofobik. Sikloheksana ini dapat bereaksi dengan asam yang sangat kuat seperti sistem superasam HF + SbF5, yang akan menyebabkan protonasi paksa dan “pengkertakan hidrokarbon”. Namun, sikloheksana diganti, mungkin reaktif di pada berbagai kondisi, banyak yang menjadi penting untuk kimia organik. Sikloheksana sangat mudah terbakar.
HapusMengapa Sikloheksana sangat mudah terbakar? Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?
BalasHapusSikloheksana murni sendiri adalah hidrokarbon non reaktif, non-polar, hidrofobik. Sikloheksana ini dapat bereaksi dengan asam yang sangat kuat seperti sistem superasam HF + SbF5, yang akan menyebabkan protonasi paksa dan “pengkertakan hidrokarbon”. Namun, sikloheksana diganti, mungkin reaktif di pada berbagai kondisi, penyebabnya mungkin karna adanya pengantian pada gugus sikloheksana itu sendri
Hapus